1
Memperkuat Efektivitas LAPOR Hendi Untuk Pembangunan Kota Semarang

Kabar

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia.

Memperkuat Efektivitas LAPOR Hendi Untuk Pembangunan Kota Semarang

  • 02/August/2017
  • 9
  • 274

Semarang, 2 Agustus 2017 – LAPOR Hendi!, merupakan salah satu inovasi kebijakan publik yang menjadi andalan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Inovasi dalam pengelolaan pengaduan masyarakat ini, turut menjadi bagian komitmen keterbukaan Pemkot Semarang pada Rencana Aksi Nasional Open Government Indonesia 2016-2017.

 

Konsep LAPOR Hendi! sebenarnya sudah banyak diadopsi di beberapa pemerintahan daerah. LAPOR Hendi berfungsi sebagai kanal pengaduan publik terpadu, memungkinkan pengaduan publik dikelola secara serius oleh pemerintah daerah. Untuk memastikan keterpaduan lintas instasi publik secara vertikal maupun horizontal, LAPOR Hendi juga telah terintegrasi dengan LAPOR!–SP4N kanal pengaduan pemerintah pusat yang dikelola bersama Kementerian PANRB, Kantor Staf Presiden, dan Ombudsman RI.

 

Sekilas mungkin terkesan tidak ada yang istimewa. Namun di luar dari infrastruktur kanal itu sendiri, ada elemen lain yang membuat penerapan LAPOR Hendi bisa dikatakan bekerja di atas rata-rata. Hal ini tercerminkan dari beberapa indikator terkait performa LAPOR Hendi yang menunjukan keefektivitasannya sebagai kanal pengaduan publik yang terpadu.


Berikut adalah ulasannya yang berhasil dihimpun #JadiOpen,

 

Tingkat Penyelesaian Pengaduan Masyarakat yang Tinggi

 

Selama ini, sudah banyak pemerintah daerah yang mengklaim dirinya telah menampung aspirasi masyarakatnya. Namun aspirasi tersebut seringkali hilang entah kemana, tanpa ada tindak lanjut yang jelas di kemudian hari. Di sinilah letak pembeda pemerintah daerah seperti Pemkot Semarang dalam konteks ini. Setiap laporan dari warga Kota Semarang, selalu ditindaklanjuti secara serius oleh Pemkot Semarang.


Salah satu data yang mencerminkan keseriusan tersebut adalah data tindak lanjut terhadap laporan masyarakat oleh Pemkot Semarang selama tahun 2017 (Tabel 1). Bisa dikatakan seluruh laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti oleh Pemkot Semarang. Bahkan, menurut data yang dihimpun #JadiOpen, tingkat penyelesaian laporan mencapai angka 95%, dan jumlah laporan yang tidak diproses sama sekali tidak ada.

 

Status

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jumlah

Belum

0

0

0

0

0

0

0

Proses

22

34

42

38

23

14

173

Selesai

572

684

748

526

485

300

3315

 

Tabel 1. Data Status Laporan Masuk di Kota Semarang – LAPOR!

 

Ke depannya Pemkot Semarang berencana untuk dapat mendorong meningkatnya tingkat penyelesaian laporan ini dengan memperdalam keterhubungan LAPOR Hendi hingga tingkat kecamatan. Saat ini, dari 71 SKPD yang ada seluruhnya sudah terhubung dengan LAPOR Hendi. Bahkan kini keterhubungannya juga mulai diterapkan di tingkat kecamatan. Total sudah ada 220 unit kerja yang terdapat di lingkungan Pemkot Semarang yang terhubung dengan LAPOR Hendi.

 

Sosialisasi Masif Membantu Peningkatan Partisipasi Masyarakat

 

Satu hal yang juga menjadi pembeda dan penentu suksesnya LAPOR Hendi adalah masifnya sosialisasi yang dilakukan Pemkot Semarang kepada masyarakat. LAPOR Hendi betul-betul hadir (secara fisik) di mana-mana. Berbagai baliho dan informasi mengenai LAPOR Hendi tersedia di banyak sudut jalan Kota Semarang. Selain itu, tingkat responsivitas Walikota di akun sosial medianya juga sangat efektif dalam mengundang partisipasi warga.

 

 

Kendala minimnya partisipasi publik sebenarnya sudah menjadi permasalahan klasik dari banyak inovasi keterbukaan pemerintah. Di mana inovasi yang baik namun tidak tersosialisasikan dengan baik, membuat tingkat penggunaannya menjadi sangat rendah. Alhasil, sering kita temui inovasi bagus yang ditelantarkan karena minimnya penggunaan dari masyarakat.