RENCANA AKSI OGI

Rencana Aksi merupakan instrumen utama untuk memastikan kesinambungan ide, gagasan, dan kolaborasi dalam menjalankan prinsip-prinsip pemerintahan terbuka di Indonesia. Pahami dan mari awasi bersama-sama implementasinya.

Rencana Aksi OGI 2014-2015

Filter Renaksi 2014-2015
+
Peningkatan Kualitas Transparansi, Partisipasi Publik dan Pelayanan di Bidang Kesehatan
+
Peningkatan Kualitas Transparansi, Partisipasi Publik dan Pelayanan di Bidang Pendidikan
Mendorong Peningkatan Kualitas Transparansi, Partisipasi Publik Dan Pelayanan Di Area Layanan Dasar Masyarakat

13
Peningkatan kualitas pelayanan publik menyangkut penyediaan air bersih
Penanggung Jawab

Kementerian Pekerjaan Umum

Instansi Terkait

Ukuran Keberhasilan

Th. 2014

a. Terciptanya strategi optimalisasi pemanfaatan informasi situs pamsimas.org oleh masyarakat.

b. Adanya peta geospasial lokasi implementasi pamsimas.org dan layanan ketersediaan air bersih dan layak minum.


B06 (2014):

Tersedianya publikasi peta geospasial implementasi pamsimas


B12 (2014):

a. Terciptanya strategi optimalisasi pemanfaatan infromasi situs pamsimas.org oleh masyarakat

b. Telah terintegrasinya peta geospasial lokasi implementasi pamsimas, dan layanan ketersediaan air bersih dan layak minum.

Capaian


Implementasi

Publikasi data penyediaan air minum dan air bersih

14
Mendorong keterlibatan masyarakat dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan
Penanggung Jawab

Kementerian Kesehatan

Instansi Terkait

Kementerian Dalam Negeri

Ukuran Keberhasilan

Th. 2014

a. Meningkatnya jumlah BPRS di Kab/Kota sebanyak 10%


Th. 2015

a. Meningkatnya jumlah BPRS di Kab/Kota sebanyak 20% dari tahun 2014.


B06 (2014):

Terciptanya strategi implementasi peningkatan jumlah BPRS di 3 provinsi.


B12 (2014):

Meningkatnya jumlah BPRS di Kab/Kota sebanyak 10%

Capaian


Implementasi

Pemerintah Daerah yang memiliki dan mengoperasionalkan peran BPRS (Badan Pengawas Rumah Sakit).

15
Pengembangan pelayanan publik yang terintegrasi.
Penanggung Jawab

Kementerian Kesehatan

Instansi Terkait

Ukuran Keberhasilan

Th. 2014

a. Terciptanya strategi publikasi penggunaan SIAP, hotline 500567, SMS gateway, email, dan website SIAP Kemenkes

b. Tersusunnya strategi integrasi pengaduan pelayanan kesehatan.

c. Terimplementasinya komunikasi publik melalui SIAP sebanyak 200 permintaan informasi dan pengaduan (disampaikan pkl 16:00 s/d 08:00) per bulan.


Th. 2015

a. Diimplementasikannya strategi integrasi pengaduan pelayanan kesehatandi seluruh UPT Kesehatan.

b. Terintegrasikannya SIAP dengan LAPOR! dan sosial media.

c. Terimplementasinya komunikasi publik melalui SIAP sebanyak 300 permintaan informasi dan pengaduan (disampaikan pkl 16:00 s/d 08:00) per bulan.


B06 (2014):

Terciptanya mock up website SIAP Kementerian Kesehatan.


B12 (2014):

a. Terciptanya strategi publikasi penggunaan SIAP, hotline 500567, SMS gateway, email, dan website SIAP Kemenkes

b. Tersusunnya strategi integrasi pengaduan pelayanan kesehatan.

c. Terimplementasinya komunikasi publik melalui SIAP sebanyak 200 permintaan informasi dan pengaduan (disampaikan pkl 16:00 s/d 08:00) per bulan.

Capaian


Implementasi

Pengembangan dan implementasi sistem layanan publik, saluran informasi, aspirasi, dan pengaduan (SIAP Kementerian Kesehatan)

16
Pengembangan infrastruktur pelayanan terintegrasi
Penanggung Jawab

Kementerian Kesehatan

Instansi Terkait

Kementerian Kesehatan

Ukuran Keberhasilan

Th. 2014

a. Terbangunnya sistem Call Center 119 yang terintegrasi antara seluruh layanan ambulans/rumah sakit vertikal & daerah di 3 provinsi.

b. Diluncurkannya layanan Call Center 119 untuk 3 provinsi (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat) antara rumah sakit vertikal & daerah.


Th. 2015

a. Diluncurkannya layanan Call Center 119 di 8 provinsi.

b. Terbangunnya sistem Call Center 119 yang terintegrasi dengan rumah sakit swasta, pemadam kebakaran, dan BNPB di Jabodetabek.


B06 (2014):

Terbangun strategi integrasi Call Center 119 di 3 provinsi.


B12 (2014):

a. Terbangunnya sistem Call Center 119 yang terintegrasi antara seluruh layanan ambulans/rumah sakit vertikal & daerah di 3 provinsi.

b. Diluncurkannya layanan Call Center 119 untuk 3 provinsi (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat) antara rumah sakit vertikal & daerah.

Capaian


Implementasi

Pengembangan sistem layanan darurat bagi publik

17
Mendorong transparansi di lingkungan universitas/perguruan tinggi
Penanggung Jawab

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Instansi Terkait

Ukuran Keberhasilan

Th. 2014

a. Peninjauan ulang peraturan menteri yang mewajibkan PTN melakukan transparansi pengelolaan keuangan melalui website (ringkasan) dan perpustakaan (laporan lengkap).

b. Tersosialisasikannya peraturan menteri di seluruh PTN.

c. Terlaksananya pilot project di 10 PTN.


Th. 2015

a. Implementasi transparansi pengelolaan keuangan melalui website dan publikasi fisik di 50 PTN.


B06 (2014):

Terlaksananya peninjauan ulang peraturan menteri.


B12 (2014):

a. Peninjauan ulang peraturan menteri yang mewajibkan PTN melakukan transparansi pengelolaan keuangan melalui website (ringkasan) dan perpustakaan (laporan lengkap).

b. Tersosialisasikannya peraturan menteri di seluruh PTN.

c. Terlaksananya pilot project di 10 PTN.

Capaian


Implementasi

Publikasi informasi pengelolaan keuangan PTN (Perguruan Tinggi Negeri).

18
Mendorong transparansi di lingkungan universitas/perguruan tinggi
Penanggung Jawab

Peningkatan Kualitas Transparansi, Partisipasi Publik dan Pelayanan di Bidang Pendidikan Kementeria

Instansi Terkait

Ukuran Keberhasilan

Th. 2014

Tersedianya portal pooling materi pembelajaran guru/dosen dan 300 materi pembelajaran bersifat visual dari guru/dosen terbaik untuk di-upload dalam website agar bisa diakses guru/dosen.

Th. 2015

Tersedianya 500 materi pembelajaran bersifat visual dari guru/dosen terbaik untuk di-upload dalam website agar bisa diakses guru/dosen.


B06 (2014):

a. Terselesaikannya 2 portal untuk guru dan dosen.

b.Terpublikasikannya 100 materi di portal materi.


B12 (2014):

Tersedianya portal pooling materi pembelajaran guru/dosen dan 300 materi pembelajaran bersifat visual dari guru/dosen terbaik untuk di-upload dalam website agar bisa diakses guru/dosen.

Capaian


Implementasi

Peningkatan kualitas guru/dosen melalui pembelajaran secara online menggunakan video atau materi visual lain yang memudahkan pemahaman.

19
Mendorong kegiatan riset dan kegiatan aplikasi teknologi terapan
Penanggung Jawab

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Instansi Terkait

Ukuran Keberhasilan

Th. 2014

a. Pengembangan informasi (website) I-LAB-U (Integrated Laboratory University) dalam bentuk portal informasi peralatan laboratorium (berikut applikasi permohonan pemanfaatan alat lab) di Perguruan Tinggi.

b. Diterbitkannya petunjuk teknis (juknis) pemanfaatan I-LAB-U bagi masyarakat.


Th. 2015

a. Terkoneksinya I-LAB-U dengan 10 Perguruan Tinggi dan lembaga riset/industri.


B06 (2014):

Terbitnya draft petunjuk teknis (Juknis) menyangkut pemanfaatan I-LAB-U bagi masyarakat.


B12 (2014):

Terciptanya portal informasi peralatan laboratorium (berikut applikasi permohonan pemanfaatan alat lab) di Perguruan Tinggi (I-LAB-U).

Capaian


Implementasi

Pengembangan I-LAB-U (Integrated Laboratory University)

Newsletter