Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Youth Integrity Survey: Integritas dan Optimisme dalam Kehidupan Anak Muda, Seperti Apa?

  • Kamis, 07/05/2013
  • 0
  • 300

Survei Integritas TII


Pada hari Kamis, 2 Mei 2013, Transparency International Indonesia (TII) meluncurkan hasil Youth Integrity Survey, sebuah riset yang ditujukan untuk melihat kondisi integritas anak muda di wilayah Jakarta. Survei yang dilakukan pada Juli-Agustus 2012 ini secara bersamaan juga dilaksanakan di empat negara, yaitu Indonesia, Korea Selatan, Fiji dan Sri Lanka. Diharapkan, survei ini dapat berhasil menyajikan baseline informasi tentang tingkat integritas anak muda terkait keterlibatan mereka dalam melawan korupsi di lingkungan sekitarnya.

Survei ini didasarkan pada pemahaman bahwa korupsi sebagai problem sosio-politik, yang dalam upaya pemberantasannya tidak dapat mengabaikan pentingnya pergantian generasi (generational change), baik di tingkat masyarakat maupun kekuasaan. Dalam upaya perlawanan korupsi jangka panjang, anak muda merupakan kelompok strategis yang signifikan secara kuantitas – dengan 26% dari populasi penduduk Indonesia (62 juta jiwa) dan 31%  dari penduduk Provinsi DKI Jakarta (2,9 juta jiwa). Sejumlah hal yang hendak diketahui dari survei ini antara lain: (1) Pemahaman akan konsep integritas; (2) Kesadaran dan persepsi remaja akan situasi terjadinya korupsi; dan (3) Mengenali aktor yang paling mempengaruhi nilai dan perilaku anak muda.

“Kita patut prihatin saat ini wajah-wajah koruptor semakin-lama semakin muda. Pasti ada yang keliru dari cara bangsa ini mendidik dan mempersiapkan kaum muda,” tandas Dadang Trisasongko, Sekretaris Jenderal  TI Indonesia dalam sambutannya di acara tersebut. “Ironisnya, survei ini menemukan bahwa lembaga-lembaga yang diharapkan mendidik, melayani dan memproteksi proteksi kaum muda, justru memberi contoh buruk,” tambah Lia Toriana, manager riset YIS. “Ini harus menjadi keprihatinan bersama para pemimpin, masyarakat, dan kaum muda itu sendiri.”

Metode survei mengacu pada konsep integritas yang dikembangkan oleh Transparency International. Sementara anak muda yang disasar dalam survei ini berada dalam rentang usia 16-30 tahun, sedangkan orang dewasa sebagai pembanding (control group) adalah mereka yang berusia 31-65 tahun. Survei dilakukan terhadap 2000 responden, dengan mengambil sampel di 50 kelurahan di lima kota DKI Jakarta.

Survei ini menemukan bahwa pada umumnya kaum muda di Jakarta menyadari pentingnya integritas, dan percaya bahwa integritas menjadi faktor utama menuju kesuksesan. Namun demikian, kesadaran tetang kondisi dan harapan tentang peran anak muda dalam pemberantasan korupsi menghadapi persoalan ketika dihadapkan pada situasi riil, dimana sebagian besar dari mereka merasa tidak percaya atau menolak berurusan dengan lembaga-lembaga publik yang menyediakan pelayanan dan proteksi seperti lembaga peradilan, pelayanan publik, dan pendidikan. Salah satu temuan memperlihatkan 60% kaum muda mengambil sikap untuk tidak melakukan pengaduan apabila berhadapan dengan kasus korupsi. Alasannya karena laporan tersebut dianggap tidak akan efektif, tidak ada perlindungan bagi pelapor, dan ketidakjelasan prosedur pengaduan.

Luky Djani dari Institute of Strategic Initiative menanggapi hasil survei, “Kaum muda dibentuk secara internal (value) dan eksternal (lingkungan), sehingga kaum muda juga perlu role model yang bisa menginspirasinya untuk berintegritas dan bergerak melawan korupsi.” Oleh karena itu, survei ini membuat sejumlah rekomendasi pada beberapa stakeholder terutama institusi yang seharusnya memberikan pelayanan dan proteksi kepada kaum muda; termasuk kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta orang tua. Data hasil riset Youth Integrity Survey dapat diakses melalui tautan berikut. (OpenGov)

Komentar

Newsletter