Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Side Event Konferensi: “OGP CSO Day"

  • Kamis, 04/05/2014
  • 0
  • 233

CSO



Konferensi Open Government Partnership (OGP) Regional Asia-Pasifik digelar pada 6-7 Mei 2014 di Nusa Dua, Bali. Pada tahun ini, Indonesia, salah satu dari delapan negara perintis OGP memperoleh kehormatan menjadi Lead Chair OGP dengan Meksiko sebagai Co-Chair-nya. Kedelapan negara itu adalah Brazil, Indonesia, Meksiko, Norwegia, Filipina, Afrika Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat.

Dihadiri 600-an peserta dari 39 negara, terdiri dari menteri, opinion maker, kaum muda, swasta, akademisi, media, aktivis pengusung isu keterbukaan, hingga CSO, konferensi ini mengangkat tema besar “Unlocking Innovative Openness: Impetus to Greater Citizen Engagement”. Di dalamnya dirumuskan agenda strategis dan operasional OGP untuk 2014, membangkitkan mutu partisipasi negara anggota dan CSO dalam gerakan OGP, serta menarik lebih banyak negara di Asia-Pasifik untuk bergabung ke OGP yang anggotanya kini sudah mencapai 64 negara.

Dua hari sebelum acara utama konferensi, elemen CSO menggelar “OGP CSO Day” (4/5) dan “Marketplace” (5/5)—side event independen-terpisah untuk mengonsolidasikan pandangan dan sikap CSO terhadap isu-isu OGP. Berlangsung di Ruang Paris, Hotel Ibis, Nusa Dua, Bali, CSO Day ini diadakan oleh Tim Inti OGI (Open Government Indonesia) dihadiri oleh 170-an peserta yang merupakan representasi dari LSM, media, Donor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dadang Tris Sasongko (Direktur Eksekutif Transparency International Indonesia), dalam pidato pembukanya menyatakan, OGP merupakan harapan baru bagi pemerintah Indonesia. Menyusul kemudian Paul Maassen (Koordinator OGP CSO) menyatakan, Indonesia adalah contoh bagus dari negara yang masyarakat sipilnya dapat dikoordinasikan dari dalam maupun luar pemerintahan.

Dalam pidato sambutan “OGP CSO Day”, Ketua Pengarah Konferensi Kuntoro Mangkusubroto menyampaikan, OGP didesain untuk melakukan transformasi nilai-nilai keterbukaan, akuntabilitas, dan tata-kelola pemerintahan yang baik melalui partisipasi publik dan inovasi teknologi.
“Kini ‘permainan’ sudah berubah. Semangat mentransformasikan nilai-nilai itu telah mendorong pemerintahan atau lembaga multilateral untuk berkinerja lebih transparan dan akuntabel. Di situlah donor dan CSO dapat mengambil peran,” kata Kepala UKP4 itu.

CSO, imbuh Kuntoro, itu bukanlah entitas yang monolitis. Melaluinya, suara warga dunia yang terkonsolidasi—bukannya opini yang terseragamkan—amat dibutuhkan pemerintah untuk membangun dan membenahi kapasitasnya, terutama untuk melayani warganya. Berkenaan dengan OGP sendiri, Kuntoro menjelaskan bahwa OGP itu bukan multilateralisme dalam arti konvensional lagi, tapi sudah menjadi gerakan global dengan landasan yang kokoh hingga ke akar-rumput di banyak daerah di dunia. Di sinilah CSO memainkan peran pentingnya.

“Saya berharap bahwa penilaian saya tentang pentingnya ‘OGP CSO Day’ ini tidak keliru,” imbuh Kuntoro, ”’OGP CSO Day’ bukan bermaksud memberikan ruang eksklusif bagi CSO, tapi memberikan kesempatan bagi para CSO untuk saling bertukar pandangan hingga mengonsolidasikan beragam suara dan isu di Asia-Pasifik. (OpenGov)

·    Info lebih-lanjut, silakan hubungi IKA TRISNADI: 081806600266, ika.trisnadi@ukp.go.id

·    Informasi mengenai konferensi ini: http://events.opengovindonesia.org

·    Cuplikan video “OGP CSO Day”: http://www.youtube.com/watch?v=97uvGp5nxDI

 

Komentar

Newsletter