Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

SIARAN PERS Arah Strategi Pemerintahan Terbuka di Indonesia

  • Kamis, 27/07/2016
  • 0
  • 192

Jakarta – 20 Juli 2016

Sanjay Pradhan, Chief Executive Officer Open Government Partnership (OGP) melakukan kunjungan kerjanya ke Indonesia selama 3 hari pada tanggal 18-20 Juli 2016. Kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk mengenal lebih jauh mengenai prioritas dan perencanaan kebijakan keterbukaan pemerintah di Indonesia selaku satu dari 8 negara pemrakarsa OGP. Selain sebagai negara pemrakarsa, Indonesia juga merupakan salah satu anggota Komite Pengarah (OGP di tingkat global, sehingga kunjungan ini juga dimanfaatkan Sanjay untuk membahas lebih jauh visi Indonesia terhadap perkembangan kerjasama OGP ke depannya. “Tujuan kami datang adalah untuk mendengar dan menggali lebih jauh prioritas perencanaan para pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan pemerintahan terbuka, serta juga aspirasi mereka untuk mengembangan platform kerjasama internasional OGP” jelas Sanjay.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Sanjay bertemu dengan seluruh pemangku kepentingan pemerintahan terbuka di Indonesia, mulai dari pejabat pemerintahan hingga kelompok masyarakat sipil. Beberapa di antaranya adalah Teten Masduki (Kepala Staf Presiden), Sofyan Djalil (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas), Basuki Tjahaja Purnama (Gubernur DKI Jakarta), serta kelompok masyarakat sipil penggiat isu keterbukaan di Indonesia. Dalam sejumlah pertemuan tersebut, Sanjay berdiskusi mengenai prioritas perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah nasional maupun daerah di dalam menerapkan konsep pemerintahan terbuka.

Topik ini terkait dengan upaya bersama pemerintah dengan masyarakat sipil dalam menyusun rencana aksi atau biasa dikenal sebagai Renaksi Open Government Indonesia 2016-2017. Renaksi merupakan merupakan sekumpulan program kerja yang disusun sebagai bentuk komitmen pemerintah Indonesia dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih terbuka, partisipatif, dan akuntabel. Renaksi yang disusun oleh Sekretariat Nasional Open Government Indonesia akan membantu Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah di dalam mengimplementasikan rencana pemerintahan terbuka di Indonesia.

Dalam pertemuan-pertemuan itu Sanjay juga mendiskusikan beberapa masukan terkait Renaksi Open Government Indonesia. Salah satu yang menjadi pokok pembicaraan adalah peluangpenerapan konsep pemerintahan terbuka untuk mendukung program-program prioritas pemerintah seperti upaya anti-korupsi, kebijakan satu peta, peningkatan iklim investasi di Indonesia, dan penyaluran dana desa. Keempat sektor tersebut menurut Sanjay akan sangat krusial di dalam membawa dampak keterbukaan pemerintah secara langsung kepada masyarakat dan ikutmenyukseskan program pembangunan nasional. “Saya rasa ada banyak contoh yang dapat Indonesia pelajari bagaimana inisiatif pemerintahan terbuka dapat membantu mengoptimalkan program pembangunan, salah satunya adalah Filipina yang memasukkan upaya perbaikan iklim bisnisnya di dalam Renaksi mereka” jelas Sanjay. Sanjay mencontohkan upaya pemerintah Indonesia yang saat ini banyak melakukan deregulasi demi memperbaiki iklim investasi dapat didukung dengan penerapan pemerintahan terbuka. Sehingga proses deregulasi dapat dipantau secara kredibel dampaknya dan menghindari adanya penyelewengan.

Seiring berjalannya komitmen di tingkat nasional, berbagai prestasi juga berhasil ditelurkan baik ditingkat nasional dan juga di tingkat sub-nasional. Hal inilah yang juga tidak luput dari perhatianSanjay dalam kunjungannya ke Indonesia. Dalam pertemuannya dengan Basuki Tjahaja Purnama, Sanjay mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang lewat penerapan pemerintahan terbuka-nya telah berhasil diakui sebagai salah satu inovasi terdepan di Open Government Partnership.

Melihat hal tersebut, Sanjay mengaku puas dan kagum dengan berbagai kemajuan dalam inisiatifpemerintahan terbuka di Indonesia. Namun, Sanjay juga mengakui masih banyak ruang yang dapat dioptimalkan dari komitmen pemerintahan terbuka di Indonesia. “Saya sangat puas dengan apa yang saya lihat di sini, tapi tentunya semangat gerakan open government Indonesia perlu terus ditingkatkan dan diperluas penjangkauannya”, jelas Sanjay. Setelah mengunjungi Jakarta, Sanjay melanjutkan perjalanannya ke Manila untuk menghadiri pertemuan Open Government Partnership Regional Meeting 2016.

 ###


Tentang Sekretariat Nasional Open Government Indonesia:

Sekretariat Nasional (Seknas) OGI merupakan lembaga yang dibentuk untuk memfasilitasi dan mendorong proses realisasi kebijakan untuk menciptakan pemerintah yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatoris. Seknas OGI diisi oleh sejumlah staf profesional dan dikoordinasikan bersama oleh Tim Inti OGI yang terdiri atas Kantor Staf Presiden, Kementerian PPN/Bappenas,dan Kementerian Luar Negeri serta sejumlah unsur perwakilan masyarakat sipil.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

Lukman Oesman (Communication Specialist)

No. : +6282114914750

Komentar

Newsletter