Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Rencana Aksi OGP Indonesia 2014 - 2015

  • Kamis, 05/08/2014
  • 0
  • 170

renaksi ogp indoneisa



Perjalanan indonesia dalam melaksanakan inisiatif Open Government Partnership (OGP) semakin mengakar dan kuat sejak pertama kali gerakan tersebut diresmikan di bulan September 2011, dimana Indonesia menjadi salah satu anggota pendiri. Dengan capaian-capaian yang telah diraih dan fondasi yang telah dibangun hingga saat ini, gerakan Open Government Indonesia (OGI) kini yakin bahwa perjalanan menuju pemerintahan yang lebih terbuka, transparan, serta partisipatif akan berkelanjutan. Hal ini mengindikasikan bahwa semangat reformasi dan demokrasi serta partisipasi publik sejak tahun 1998 telah melepaskan efek bola salju (Snowball effect) yang menjadikan gerakan OGI mengakar dan bertumbuh pesat. Selain itu, dinamika penambahan anggota OGP di dunia internasional hingga 64 anggota memiliki pengaruh positif terhadap Indonesia untuk mempertahankan keberlanjutan dan inovasi gerakan OGI.


Dimulai dengan langkah yang tegas di tahun 2011, perjalanan OGI untuk mengusung keterbukaan pemerintah di tahun 2012 dan merangkul masyarakat sebagai mitra sejajar, OGI saat ini telah berkembang jauh melebihi retorika publik belaka. Rencana aksi (renaksi) telah bergulir untuk kedua kalinya di tahun 2013, dan saat ini OGI sedang mempersiapkan renaksi 2014-2015 dan menjadikan ini sebagai renaksi ketiga sejak pertama kali OGP ditetapkan di tahun 2011. Renaksi yang telah berulangkali digulirkan ini telah mendemonstrasikan bahwa keyakinan yang bersifat kolektif dan nasional merupakan prasyarat pemerintahan modern yang dapat mengembangkan potensi ekonomi, pelayanan publik, dan inovasi. Di tahun 2013, telah diimplementasikan 21 renaksi terfokus kepada layanan dasar publik, termasuk di dalamnya beberapa inisiatif baru; mulai dari keterlibatan anak muda melalui kompetisi Model OGP (MOGP) sampai kompetisi berskala nasional untuk memancing ide-ide inovatif untuk mendukung keterbukaan pemerintah “SOLUSIMU”.

Di tahun 2014 dan 2015 ini, Indonesia menyusun program strategis reformasi keterbukaan pemerintahan yang lebih ambisius. Renaksi yang telah disusun kali ini berusaha menjawab 3 Tantangan Besar OGP; 1) Mengembangkan Pelayanan Publik; 2)Meningkatkan Integritas Publik; dan 3) Mengelola Sumber Daya Publik secara Efektif. Ketiga tantangan besar tersebut sebenarnya juga telah membantu penyusunan renaksi OGI dalam tiga tahun terakhir. OGI saat ini memanfaatkan momentum perubahan peta politik di tahun 2014, pergantian Presiden Republik Indonesia, dengan tetap menjalankan berbagai bentuk reformasi di bidang keterbukaan pemerintah. Salah satunya adalah dengan mengadakan SOLUSIMU dimana OGI mengajak masyarakat untuk mengungkapkan ide-ide brilian untuk kemudian dapat diterjemahkan menjadi suatu renaksi yang disertai dengan konsultasi dengan berbagai pihak – akademisi, pemuda, sektor swasta – yang menelurkan 47 butir renaksi.


Renaksi kali ini juga mengikuti beberapa prinsip dasar dalam penyusunannya:


1. Pertama, OGI memperkuat Strategi Tiga Trek untuk memudahkan eksekusi dan komunikasi ke audiens yang berbeda, demi meningkatkan probabilitas kesuksesan. Masing-masing trek tersebut memiliki orientasi yang berbeda-beda: 1) Memperkuat program dan inisiatif pemerintah saat ini, 2) Pengawasan terhadap portal bersama, dan 3) Platform untuk mengakomodasi di tingkat daerah atau inisiatif-inisiatif baru.


2. Kedua, prinsip dalam mendesain Renaksi Open Government Indonesia 2014-2015 merupakan bentuk dari penyelarasan tema dari Lead Chairmanship, “Mempromoikan Partisipasi Publik”. Hal ini telah diterjemahkan ke dalam renaksi yang mendorong partisipasi publik.


3. Ketiga, fokus untuk memperdalam ke level provinsi dan kabupatan/kota berdasarkan pemahaman kami bahwa pemerintah daerah (PEMDA) memiliki peran yang penting dari implementasi keterbukaan pemerintah sehingga dapat memiliki dampak langsung kepada kehidupan masyarakat sehari-hari.


4. Terakhir, kami telah mempertimbangkan dengan seksama hasil masukan dari laporan IRM yang diterbitkan tahun 2013, seperti melanjutkan implementasi dari Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik dengan meluncurkan renaksi untuk menyediakan infrastruktur yang dapat mempermudah akses masyarakat terhadap informasi. Adopsi lain dari masukan IRM tersebut juga direfleksikan dengan renaksi yang dijelaskan di dalam dokumen ini.


Kami berharap dengan renaksi ini, perjalanan untuk menuju keterbukaan dan pembangunan tata fondasi dari tata kelola dari pembangunan inklusif yang dicirikan dari masyarakat yang dewasa dan terbuka dapat terwujud. Keterbukaan pemerintah merupakan hal yang penting dalam menuju tata kelola pemerintahan yang terbuka serta demokratis. Selain itu, keterbukaan merupakan hal yang positif bagi pembangunan Indonesia.

Rencana Aksi OG 2014-2015 dalam versi bahasa Indonesia bisa diunduh DISINI

Komentar

Newsletter