Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Proses Izin Investasi BKPM Sekarang Bisa Dilacak Dari Rumah

  • Kamis, 29/10/2012
  • 0
  • 197

BKKPM Investment


Proses pengurusan perijinan di Indonesia terus mengalami perbaikan. Investor yang selama ini sering dipusingkan oleh masalah rumitnya perijinan investasi mendapatkan jawaban berupa Online Tracking System dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Melalui sistem ini, secara transparan, investor akan mendapatkan kepastian dari proses penerbitan izin di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pusat dan daerah.


Online Tracking System adalah bagian dari Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE). Dengan sistem ini para investor dapat melacak posisi dan status permohonan perizinannya karena seluruh data perizinan yang diajukan oleh investor terekam dalam database SPIPISE.


Sejauh ini proses standar alur perijinan di BKPM sudah cukup sederhana, dimulai dari pendaftaran, tanda terima, berkas diterima staf, lalu pindah ke kepala seksi, kepala sub direktorat, direktur, kemudian deputy, lalu berkas diberikan nomor di tata usaha kemudian izinnya terbit. Tapi selama semua proses tersebut berlangsung, tidak satupun informasi yang diketahui oleh investor. Invenstor tidak mengetahui posisi proses permohonannya, investor juga tidak mengetahui perkiraan waktu permohonan izinnya diterbitkan, dan tidak tahu dimana posisi berkas permohonannya sedang diproses. Untuk ituperlu dibuatkan tracking system yang bisa digunakan investor untuk mengetahui status permohonannya.


Saat ini jenis-jenis perizinan yang bisa diakses melalui tracking system antara yaitu, Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip, Izin Usaha, dan Surat Persetujuan Pembebasan Bea Masuk Bahan Baku dan Barang Modal. Tracking system ini bisa diakses oleh investor dari berbagai jenis perangkat elektronik seperti Personal Computer, laptop, tablet, dan smartphone dimanapun investor berada.


Tracking system ini adalah bagian dari usaha pemerintah untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia, serta meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia. “Melalui sistem ini, investor tidak perlu mengalami lagi dokumen hilang, keselip. Kalau ngurus perizinan di negara ini biasanya kan kita kita selalu deg-degan, investor itu butuh kepastian, lebih baik kita bilang lima hari izin selesai. Daripada bilang tiga hari tapi realisasinya empat hari” ujar Chatib Basri. Tracking system ini juga bagian dari upaya transparansi layanan publik seperti yang diamanatkan oleh Undang-undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Saat ini layanan tracking system baru bisa digunakan oleh investor yang melakukan permohonan izin di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BKPM. “Ketika pengurusan jadi transparan tentunya kita menjadi terpaksa lebih cepat mengurusnya. Apalagi investor diberi tahu perkiraan waktu selesai,” ungkapnya. Selanjutnya diharapkan online tracking system ini dapat digunakan oleh seluruh investor yang melakukan permohonan perizinan di PTSP provinsi dan kabupaten / Kota seluruh Indonesia. (OpenGovIndonesia)

Komentar

Newsletter