Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Perjalanan Open Government Partnership di Tahun 2016 : OGP Luncurkan Laporan Tahunan 2016

  • Kamis, 16/03/2017
  • 0
  • 44

Washington DC, 16 Maret 2017 – Open Government Partnership (OGP) baru saja mempublikasikan Laporan Tahunan-nya untuk tahun 2016. Disusun oleh Sekretariat OGP yang juga didasarkan oleh hasil Pelaporan Independen atau Independent Reporting Mechanism. laporan ini berfungsi untuk memotret dinamika, refleksi, dan kegiatan yang dilakukan terkait oleh negara-negara anggota OGP, serta menyoroti tentang bagaimana OGP bekerja untuk mengatasi beberapa masalah yang paling penting di era ini.

Sepanjang tahun 2016, OGP berusaha untuk menawarkan visi yang lebih positif untuk semakin memperdalam praktir demokrasi yang lebih partisipatif dengan menempatkan warga di jantung pemerintahan. Ini adalah pesan kuat yang juga dikemukakan di kedua acara utama OGP tahun lalu: OGP Global Summit ke-4 di Paris, yang berlangsung pada bulan Desember, dan ulang tahun kelima OGP di Majelis Umum PBB pada bulan September. Dalam kedua peristiwa ini, kepala negara, kepala pemerintahan, dan pemimpin masyarakat sipil menyerukan agar OGP senantiasa berada di garis depan dalam menanggulangi masalah-masalah seperti krisis kepercayaan kepada pemerintah, korupsi, dan ruang sipil yang semakin menyempit, yang juga menjadi inti dari banyak tantangan dari kebanyakan pemerintah dunia.

Dilandasi oleh pemikiran ini, OGP memutuskan untuk melakukan penyegaran pada strategi OGP di tahun 2016 kemarin untuk mengeksplorasi lebih dalam bagaimana kita dapat memperkuat dampak gerakan bersama ini melalui OGP. OGP memiliki tujuan sederhana namun kuat: bahwa pemerintah harus benar-benar melayani dan memberdayakan warga negara mereka. Strategi OGP empat tahun-an saat ini menyatakan bahwa, "visi OGP adalah bahwa pemerintah harus menjadi lebih transparan, lebih akuntabel dan lebih responsif terhadap warga negara mereka sendiri, dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas tata kelola, serta kualitas layanan yang diterima oleh warga". Akibatnya, selama lima tahun ke depan, keberhasilan OGP akan diukur tidak hanya oleh peningkatan jumlah negara dan komitmen tetapi juga oleh peningkatan transparansi pemerintah, partisipasi publik, responsivitas pemerintah, dan akuntabilitas, yang semuanya menguntungkan dan memberikan manfaat bagi warga. Karenanya hal ini membutuhkan fokus yang lebih besar untuk mendukung upaya reformasi, baik di tingkat pemerintah dan masyarakat sipil di negara-negara anggota OGP, untuk mendirikan sebuah gerakan nasional dan global untuk keterbukaan pemerintahan, dan pada akhirnya, untuk menuntut reformasi pada isu-isu yang mereka memprioritaskan.

OGP di tahun 2016 juga menjalani proses refleksi dan pembelajaran secara intens, yang berpuncak pada evaluasi independen dari kemajuan kinerja OGP. Temuan dari proses tersebut menunjukkan bahwa proses OGP nasional telah membantu banyak negara dalam menetapkan mekanisme kelembagaan yang memberikan kontinuitas dan legitimasi terhadap proses reformasi keterbukaan pemerintahan di negaranya. Selanjutnya, proses OGP juga telah membantu mempercepat dialog dan proses ko-kreasi di antara para reformis, serta menyediakan platform untuk meluncurkan sebuah upaya reformasi yang mulai mengubah kondisi status quo dan menguntungkan kepentingan warga negara secara lebih luas. Laporan tahunan ini juga banyak mengulas prestasi-prestasi dan menguraikan secara lebih luas mengenai kerja yang dilakukan oleh berbagai bagian dari kemitraan ini.

Selain itu, OGP juga memiliki potensi lainnya untuk menghasilkan dampak yang lebih besar. Seperti proses co-creation yang harus memiliki hasil yang berarti, Rencana Aksi Nasional (Renaksi) yang ambisius harus ditingkatkan, dan OGP secara keseluruhan harus lebih cerdas dalam mencari solusi bagi reformasi yang lebih kompleks. Dengan semua potensi ini, laporan ini menunjukkan, bahwa OGP tidak harus memulai dari titik nol lagi. Dengan pengalaman OGP tersebut, Pengalaman, kemampuan beradaptasi dan komitmen terhadap keterbukaan pemerintah yang sangat kuat, dapat menjadi dasar bagi negara-negara anggota untuk melaksanakan reformasi yang lebih transformatif, memastikan pelaksanaan pemerintahan yang kredibel, dan meningkatkan kualitas kehidupan warga.

“Di luar itu semua, sebenarnya ada ratusan cerita terbuka dari proses reformasi keterbukaan pemerintah dan prestasi yang belum mampu tertangkap di dalam laporan ini. Tapi kami masih berharap untuk melakukannya dalam publikasi lain selama 2017. Terima kasih kepada semua orang yang mendukung kerja OGP pada tahun 2016. Kami berharap untuk bekerja dengan mitra kami di seluruh dunia untuk menawarkan gerakan global yang positif bagi keterbukaan dan demokrasi, sebagai kekuatan pengimbang terhadap munculnya pemerintahan yang tertutup dan manifestasinya, termasuk pembatasan ruang sipil, korupsi dan ketidakpercayaan di pemerintahan”, tegas Joe Powell, Deputy CEO dari Open Government Partnership. (LO)

Komentar

Newsletter