Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Pemuda Tonggak Inovasi Keterbukaan Indonesia

  • Kamis, 11/12/2014
  • 0
  • 253

Pemuda Tonggak Keterbukaan




Pemuda dan inovasi adalah dua sisi mata koin yang tidak terpisahkan khususnya dalam mencapai pemerintahan yang lebih terbuka. Pesan inilah yang disampaikan oleh Tara Hidayat, Deputi IV, Unit Kerja Presiden Pengawasan Dan Pengendalian Pembangunan pada kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) pada 12 November 2014. Sebanyak lebih dari 100 mahasiswa FISIP UI secara antusias mengikuti kuliah umum yang diselenggarakan oleh Forum Studi Kebijakan (FORBI) Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi FISIP UI untuk mengenal lebih gerakan Open Government Indonesia.



 

Acara dibuka dengan sambutan dari Drs, Muh. Aziz Muslim, M.Si, selaku Sekretaris Program Sarjana Ekstensi Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI, yang menyampaikan pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam pemerintahan. Poin-poin menarik pun lanjut disampaikan oleh Tara Hidayat khususnya mengenai banyaknya inisiatif Open Government Indonesia (OGI). Pemerintah Indonesia, sebagai Ketua Utama gerakan untuk menciptakan pemerintah yang lebih terbuka, partisipatif dan inovatif ini di tahun 2013-2014, tidak hanya telah membuat kompetisi layanan publik dan meluncurkan portal data Indonesia, tapi juga telah membuat Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang memenuhi kriteria EITI (Extractive Industries Transparancy Initiative). Peran pemuda dalam OGI amat besar dan beragam. Pemuda dapat ikut menggerakan program keterbukaan dalam kerangka OGI melalui program internship, menjadi pengawas program pemerintah melalui LAPOR!, dan juga aktif meluncurkan inovasi secara mandiri seperti situs Benangmerah dan Kawalbanjir.

Banyak pula isu menarik yang diangkat dalam sesi tanya jawab. “Memang tidak semua daerah akan kita bimbing misal daerah yg sudah berjalan lebih cepat atau tidak punya niat untuk keterbukaan. OGI fokus kepada pemerintah daerah yang memang memilliki semangat untuk menjadi lebih terbuka.”, jawab Tara Hidayat dalam menanggapi pertanyaan terkait pilot project OGI. Tias Widyahandoko, mahasiswa jurusan Ilmu Administrasi juga sempat bertanya tentang tantangan mengakses informasi yang banyak terdapat dalam portal berbasis internet sedangkan infrastruktur pendukung internet masih belum mencukupi. Tara Hidayat pun mengingatkan bahwa kini sudah terdapat lebih dari 70 juta netizen Indonesia yang dapat mengakses informasi berbasis internet. Khusus bagi mereka yang masih sulit mengakses internet justru informasi offline sudah tersedia melalui PPID (Pejabat Pengelola Informasi & Dokumentasi) yang kini ada di 70 Kementerian-Lembaga, 28 provinsi, 196 kabupaten, dan 60 kota. Besarnya antusiasme mahasiswa FISIP UI ini harapannya tidak berakhir dalam kesempatan ini. Melalui portal data, internship OGI, dan banyak kesempatan lain, pemuda perlu terus menggerakan roda inovasi sebagai bagian mitra pemerintah dalam gerakan keterbukaan.


Komentar