Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Partisipasi Anak Muda dalam Pemerintahan

  • Kamis, 17/12/2014
  • 0
  • 385

Partisipasi Anak Muda



“Anak muda versus Politik

Itulah pernyataan pembuka dari Pangeran Siahaan pembicara pertama dalam seminar “Partisipasi Orang Muda dalam memonitor kinerja pemerintah” Rabu, 2 Desember 2014 di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN),  Serpong Tangerang.

Menurut Pange, panggilan akrabnya,  selama ini politik dan anak muda terkesan jauh satu sama lain. Politik seperti bahasan yang berat bagi anak muda. Korupsi, kekuasaan, kotor adalah sebagian hal yang langsung terlintas di pikiran anak muda ketika Pange bertanya lewat twitter. “Padahal kalau anak muda cuek terhadap proses politik, mereka juga yang rugi ketika pemerintah yang dipilih dari proses politik kinerjanya buruk. Mendingan sok tahu daripada tidak peduli sama sekali. Sok tahu adalah representasi awal kepedulian,” terang Pange.

Anak muda merupakan elemen penting dalam pembangunan sebuah bangsa. Makanya anak muda harus peduli salah satunya terhadap transparansi pemerintah. Sebagai upaya mewujudkan tujuannya, Open Government Indonesia (OGI) membuat berbagai terobosan – terobosan contohnya lapor.ukp.go.id ,
sarana bagi masyarakat untuk melaporkan jika terjadi ketidakpuasan pada layanan publik, data.id , portal data dari berbagai instansi pemerintah yang bisa digunakan secara bebas, satulayanan.net , pusat informasi layanan publik di Indonesia (misalnya informasi pembuatan ktp) dan anak muda menjadi bagian dari semua terbosan ini.

Khrisnaresa Adytia selaku perwakilan OGI mengambil contoh aplikasi siaga banjir, yang disusun oleh Tim Kawung Labs dari UI, yang dibuat anak muda menggunakan data – data dari pemerintah. Aplikasi ini menjadi contoh partisipasi anak muda pada kinerja pemerintah. Kerjasama anak muda dan pemerintah sangat diperlukan demi terciptanya pemerintahan yang partisipatif, terang Khrisna.

Terkait ini, Levriana Yustriani di akhir sesi memaparkan hasil riset Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia bahwa individu yang menjadi relawan pemantau dalam Pemilihan Umum 2014 didominasi oleh kelompok muda. Di tengah skeptisisme masyarakat akan anak muda yang apatis terhadap politik, Pemilu 2014 menjadi bukti nyata masih banyak anak muda yang peduli.

Moderator seminar akhirnya menyimpulkan bahwa, anak muda harus peduli, tidak boleh cuek terhadap politik. Banyak hal yang bisa digunakan anak muda saat ini untuk memonitor kinerja pemerintah. Inovasi – inovasi Open Government Indonesia contohnya, juga  pemanfaatan teknologi dan media sosial.

Di akhir acara, Pangeran menyampaikan bahwa “ Pemerintah saat ini sudah bergerak ke arah yang tepat contohnya lewat Gerakan Open Government Indonesia. Sebagai anak muda kita tidak boleh cuek terhadap politik, Salah satu bentuk konkretnya ya ikut memantau kinerja pemerintah”.

Acara ini merupakan hasil kerjasama antara SEATTI, Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia (PUSKAKOM UI) bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa UMN.

Komentar

Newsletter