Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

“OGP Global Summit 2015: Indonesia Dukung Open Government sebagai Katalisator Pencapaian SDG”

  • Kamis, 30/10/2015
  • 0
  • 213

OGP


Pidato Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas dalam Opening Session OGP 2015 Summit di Meksiko

Siaran Pers

Jakarta, 29 Oktober 2015 – Delegasi RI yang dipimpin oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan terdiri dari unsur Kantor Staf Presiden, Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, dan KBRI Mexico City, serta unsur organisasi masyarakat sipil (CSO), telah menghadiri dan berpartisipasi dalam Open Government Partnership (OGP) Steering Committee dan OGP Global Summit 2015 yang diselenggarakan pada 27-29 Oktober di Mexico City, Meksiko.

Sebagai salah satu negara pendiri OGP dan anggota Komite Pengarah (Steering Committee) yang baru saja terpilih kembali untuk periode 2015-2018,partisipasi Indonesia dalam OGP Summit 2015 kali ini merupakan wujud komitmen Indonesia untuk melanjutkan kolaborasi dengan negara anggota OGP lainnya dalam menjawab tantangan global terkini. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk upaya Indonesia untuk terus mengembangkan gerakan pemerintah terbuka (opengovernment) di tingkat nasional dan kawasan Asia Pasifik.

Dalam Pertemuan Komite Pengarah tingkat Menteri/Ministerial Steering Committee OGP pada 27 Oktober 2015,Menteri PPN/Kepala Bappenas, selaku Menteri yang memimpin implementasi OGP di Indonesia, menyatakan pentingnya dukungan OGP bagi pencapaian target-target Agenda 2030 untuk tujuan pembangunan berkelanjutan/SDGs, dan pentingnya kemitraan Pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan untuk menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih baik. Pada pertemuan tersebut Menteri PPN juga menyampaikan bahwa prinsip-prinsip keterbukaan akan mendorong transparansi anggaran dan pencegahan korupsi.

Tampil sebagai salah satu pembicara dalam sesi panel “Open Government Partnership: What is the New Frontier?”, Menteri PPN/Kepala Bappenas menyampaikan bahwa OGP sejalan dengan kepentingan Indonesia, yang mengusung prinsip transparansi sebagai salah satu metode terbaik untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Indonesia memandang pentingnya penguatan kemitraan antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil untuk mewujudkan transparansi tersebut. Oleh karena itu, Indonesia saat ini memiliki organisasi masyarakat sipil yang maju dan kuat, yang telah menjadi mitra Pemerintah dalam upaya mewujudkan pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih baik. Menteri PPN juga menyampaikan pentingnya OGP untuk turut melibatkan komunitas bisnis dan filantropis dalam mendukung rencana aktifitas OGP di masa mendatang.

Partisipasi delegasi Indonesia di dalam OGP Summit 2015 juga turut disemarakkan dengan diberikannya penghargaan kepada Tim Pencerah Nusantara sebagai Juara 2 terbaik di tingkat global dalam Open Government Awards 2015, yang bertemakan “Improving Public Services through Open Government”. Pencerah Nusantara adalah program inovatif berbasis komunitas yang melibatkan tenaga muda terpilih multi-profesi dan fokus pada penguatan layanan kesehatan primer di Indonesia. Diinisiasi sejak tahun 2011 oleh Diah S. Saminarsih, saat itu Asisten Utusan Khusus Presiden untuk MDGs kini Staf Khusus Menteri Kesehatan, Pencerah Nusantara telah merekrut ratusan anak muda Indonesia untuk mengabdikan dirinya dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di 7 daerah percontohan. Melalui kolaborasi unik antara masyarakat sipil, kaum muda, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, gerakan ini telah membuka kesempatan bagi 120.000 penduduk untuk mencicipi perbaikan kualitas layanan kesehatan publik. Terkait inisiatif ini,

Deputi Kepala Staf Kepresidenan Bidang Kajian dan Pengelolaan Program Prioritas Yanuar Nugroho menyampaikan, “Sejalan dengan Nawa Cita untuk membangun Indonesia dari pinggiran, Pencerah Nusantara telah diadopsi dan diimplementasikan oleh Pemerintah melalui program Nusantara Sehat yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan dan masuk dalam kegiatan prioritas nasional yang dilaporkan pelaksanaanya secara langsung kepada Presiden.”

OGP Summit adalah forum tertinggi OGP yang diadakan dua tahun sekali. Mengangkat tema utama “OGP and the SDGs: Open Governments Key in Achieving the 2030 Development Agenda”, OGP Global Summit 2015 terdiri dari rangkaian lebih dari 4 sesi pleno dan 120 sesi tematik, panel, workshop dan pameran. Pada peresmian/inaugurasi OGP Global Summit 2015 pada 28 Oktober 2015 yang dibuka oleh Presiden Meksiko, Enrique Peña Nieto, dan dihadiri pejabat tinggi Meksiko dan OGP Support Unit, Meksiko menyerahkan Keketuaan Steering Committee OGP kepada Afrika Selatan.

OGP Global Summit 2015 dihadiri oleh lebih dari 3000 peserta dari 66 negara, terdiri dari pemimpin dan pejabat tinggi negara/pemerintah, antara lain Perdana Menteri Guyana, Perdana Menteri Romania, Wakil Presiden Afrika Selatan; para Duta Besar dan perwakilan korps diplomatik di Meksiko; organisasi masyarakat sipil (CSO), kaum muda, swasta, media, dan organisasi regional dan internasional.

OGP merupakan merupakan sebuah inisiatif internasional yang bertujuan mendorong prinsip-prinsip pemerintahan yang berlandaskan transparansi, akuntabilitas, penguatan partisipasi masyarakat, dan pemanfaatan teknologi baru demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, bersih, efektif, dan efisien. Dibentuk oleh 8 negara dan 9 organisasi masyarakat sipil pada tahun 2011, saat ini OGP telah beranggotakan 69 negara, termasuk tiga negara baru yang masuk tahun ini yaitu Sri Lanka, Pantai Gading, dan Papua Nugini. (*)

 

Tentang Open Government Indonesia (OGI)

Open Government Indonesia (OGI) adalah sebuah gerakan untuk membangun pemerintahan yang lebih terbuka, lebih partisipatif dan lebih inovatif. Kini, OGI dikoordinasikan oleh Sekertariat Nasional yang dipimpin bersama Kementrian PPN/Bappenas, Kantor Staf Presiden, dan Kementrian Luar Negeri. OGI mulai didirikan pada tanggal 20 September 2011. Selengkapnya mengenai Open Government Indonesia (OGI) dapat diakses melalui http://opengovindonesia.org/

Tentang Open Government Partnership (OGP)

Open Government Parnership (OGP) merupakan wadah internasional yang berkomitmen untuk mendorong pemerintahan yang lebih terbuka, akuntabel, dan responsif. Hingga kini, terdapat 66 negara partisipan OGP dengan membawahi empat prinsip utama, akuntabilitas, teknologi dan informasi, partisipasi, dan transparansi. Komitmen dari tiap negara diwujudkan dalam bukti nyata berupa Rencana Aksi Nasional (National Action Plan/NAP) yang dirumuskan setiap tahunnya. Selengkapnya mengenai OGP dapat diakses melalui http://www.opengovpartnership.org/

 

Tentang Pencerah Nusantara

Pencerah Nusantara dilahirkan sebagai wujud kontribusi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, dengan menghadirkan layanan kesehatan berkualitas di pelosok. Gerakan ini berangkat dengan sebuah visi besar untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia. 101 anak mudah dengan berbagai latar belakang profesi diseleksi dan dilatih untuk mengabdikan dirinya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di 7 Puskesmas Kecamatan di Indonesia selama 3 tahun. Selengkapnya mengenai Pencerah Nusantara dapat diakses melalui http://pencerahnusantara.org/

 

Link video pidato Menteri PPN/ Kepala Bappenas  dapat dilihat di link berikut https://youtu.be/15aPYsNtsUU

Komentar

Newsletter