Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Konferensi OGP Regional Asia-Pacific Digelar di Bali, 6-7 Mei 2014

  • Kamis, 29/04/2014
  • 0
  • 409

ogp conference



April 29, 2014, Jakarta – “Open Government Partnership (OGP) Asia-Pacific Regional Conference” akan digelar pada 6-7 Mei 2014 di Nusa Dua, Bali. Pada tahun ini, Indonesia, salah satu dari delapan negara perintis OGP, memperoleh kehormatan sebagai lead chair OGP dengan Meksiko sebagai support co-chair-nya. Kedelapan negara itu adalah Brazil, Indonesia, Meksiko, Norwegia, Filipina, Afrika Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat.

Konferensi akan dihadiri beberapa kepala negara/pemerintahan anggota OGP se-Asia Pasifik beserta para menteri/pejabat pemerintahan, dan elemen organisasi multilateral, CSO, swasta, akademisi, kaum muda, serta pers/media.

OGP, suatu kemitraan yang dibentuk pada September 2011, bertujuan untuk mendukung kemajuan keterbukaan pemerintah sesuai aspirasi dan komitmen nyata sebagaimana dicanangkan oleh setiap negara anggota. Keanggotaannya sukarela, murni kesadaran, dan tidak tersekat batas-batas negara atau politik. Stakeholder nonpemerintah pun mendukungnya. Itulah barangkali mengapa dulu, ketika tak sampai setahun usianya, OGP telah menuai dukungan 58 negara. Kini anggotanya sudah mencapai 64 negara.

Keanggotaan Indonesia dalam OGP merupakan ikhtiar untuk mewujudkan tiga pilar dalam pelaksanaan sistem pemerintah negara demokrasi, yakni transparansi, partisipasi publik, dan akuntabilitas. Penetapan Indonesia sebagai bagian dari OGP itu tertuang dalam Keppres 13/2014 yang diteken Presiden Yudhoyono pada 26 Maret 2014.

Bagi Indonesia, keterbukaan adalah dasar bagi pemerintahan modern. Ia adalah kunci pembuka semua potensi. Apalagi, maraknya pemanfaatan ponsel, internet, dan media sosial, turut menjadi pemicu ke arah komitmen itu. Rakyat menuntut: pemerintahan ke depan harus lebih transparan, akuntabel, dan melibatkan mereka. Ketiga tuntutan itu kelak menjadi benih dan motivasi utama bagi tumbuhnya gerakan-gerakan open government di Indonesia. Indonesia sendiri meluncurkan Open Government Indonesia (OGI) sebagai pengejawantahan konkret komitmen Indonesia di OGP sejak Januari 2012. Sekretariat OGI berada di bawah UKP4.

Pada 2014, Indonesia berinisiatif mencoba “menularkan virus” open government di kawasan regional Asia-Pasifik. Di dalamnya, ada aktivitas saling berbagi dan belajar satu sama lain terkait bagaimana memanfaatkan peluang yang kini telah semakin terbuka untuk menguatkan kualitas kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan pemerintah yang mengakomodasi tiga pilar tadi.

Inilah yang mendasari Indonesia untuk menggelar “OGP Asia-Pasific Regional Conference” di Nusa Dua Bali, 6-7 Mei 2014. Konferensi yang mengangkat tema besar “Unlocking Innovative Openness: Impetus to Greater Citizen Engagement” tersebut akan merumuskan agenda strategis dan operasional OGP untuk 2014, membangkitkan mutu partisipasi negara-negara dan CSO dalam gerakan OGP, serta menarik lebih banyak negara di Asia Pasifik bergabung ke OGP. (OpenGov)

 

Untuk informasi lebih jauh, silakan hubungi Ika Trisnadi di 081806600266, ika.trisnadi@ukp.go.id

Informasi tentang acara dan bagaimana registrasinya, kunjungi http://events.opengovindonesia.org

 

Komentar

Newsletter