Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Inovasi Terintegrasi Guna Tingkatkan Layanan Publik

  • Kamis, 10/11/2016
  • 0
  • 163

Jakarta - Program Nawacita pemerintahan Joko Widodo menuntut hadirnya pemerintah dalam setiap layanan publik. Dimanapun masyarakat membutuhkan layanan kehadiran Negara harus hadir tanpa pamrih. Namun yang terjadi masih banyak layanan publik jauh dari yang diharapkan. Masih banyak layanan publik yang setengah hati, waktu yang terlalu lama dalam proses layanannya, hingga adanya pungutan liar (pungli) yang semakin memberatkan beban rakyat.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si mengingatkan bahwa sebagai pelayan masyarakat, pemerintah harus responsif. “Inovasi menjadi sesuatu yang mutlak dalam sistem administrasi negara, pemerintahan harus responsif sebagai pelayan masyarakat. Karena apapun kebutuhan masyarakat pemerintah harus merespon dengan cepat,” tegas Adi Suryanto dalam acara Seminar Nasional “Urgensi Sistem Inovasi Administrasi Negara dalam Akselerasi Nawacita” di Aula Gedung A, Kantor LAN Jakarta, Selasa (8/11).

Integrasi iovasi dalam sistem pelayanan diperlukan karena kualitas pelayanan publik masih sering terjadi kesenjangan. Pelayanan publik satu daerah dengan daerah lainnya berbeda-beda, sehingga tidak ada standar baku yang berlaku sama pada setiap daerah. Hal tersebut dapat memicu kecemburuan sosial ke depannya. “Saat ini masing-masing daerah mengembangkan sistem sendiri-sendiri. Untuk itu diperlukan suatu konsensus bersama untuk mendapatkan hasil terbaik untuk pelayanan masyarakat,” lanjut Kepala LAN.

Fenomena lain yang terjadi saat ini, berbagai daerah kabupaten/kota mendesain system inovasi yang sama. Kepala LAN menyarankan agar sistem-sistem tersebut dapat disatukan menjadi kesatuan system yang bermanfaat bagi semua. Disamping itu juga dapat mendorong percepatan inovasi di semua daerah.

Ilustrasinya reformasi birokarasi di daerah kita seperti komidi putar. Inilah yang harus dicari jalan keluarnya agar tidak terjadi tumpang tindih sistem yang sudah berjalan,” terangnya.

Inovasi juga diharapkan menjadi salah satu cara untuk mendorong percepatan pembangunan secara efektif dan efisien.

Proyek perubahan atau inovasi yang menjadi salah satu syarat kelulusan peserta diklat kepemimpinan merupakan salah satu cara LAN menyebarkan inovasi. Mengingat kualitas pelayanan publik saat ini belum menggembirakan, maka LAN memandang perlunya mendorong inovasi pada setiap instansi.

“Tantangan kita saat ini membenahi kualitas pelayanan publik menjadi lebih baik. Yang menjadi focus adalah pelayanan cepat dan kepastian pelayanan,” ujar Adi Suryanto.

Sejalan dengan Kepala LAN, Deputi Inovasi Administrasi Negara Tri Widodo W.U. mengatakan kesadaran inovasi di birokrasi sifatnya masih sporadic, stagnan dan cenderung tidak jelas. “Perlu rencana lima tahunan ke depan dalam berinovasi. Karena kita masih merancang dalam kegiatan pertahun sehingga kurang bisa dihubungkan dengan target 5 tahunan,” jelas Tri Widodo.

Menurutnya, untuk mencapai birokrasi kelas dunia pada  tahun 2025 diperlukan lintasan yang jelas dan terukur. Saat ini LAN sedang mengembangkan Sistem Inovasi Administrasi Negara (Sinovan), yang nantinya akan menjadi salah satu rujukan sistem inovasi birokrasi di Indonesia. Konstruksi Sinovan merupakan kesatuan yang terdiri dari empat komponen yaitu rencana kebutuhan inovasi, kesiapan infrastruktur organisasi, penguatan kapasitas berinovasi, serta monev dan pengukuran dampak. 

Selain Tri Widodo, narasumber lain yang hadir adalah Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, sementara dari kalangan akademisi yang hadir antara lain Guru Besar UGM Agus Dwiyanto dan Dosen Brawijaya Iwan Noor. (dan/humas)

(Sebagaimana diberitakan oleh lan.go.id) 

###

Komentar

Newsletter