Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Inisiasi Open Government di Kabupaten Indra Giri Hulu

  • Kamis, 13/08/2012
  • 0
  • 287

Tim OG dengan Bupati Indragiri Hulu


Tim OG dengan Bupati Indragiri Hulu

Inhu terpilih menjadi satu dari tiga daerah percontohan OG. Selain berada diluar Pulau Jawa, dari segi kualitatif, kepemimpinan dan keberlanjutan gerakan OG adalah suatu hal yang harus dijaga dan dikembangkan. Indikator penilaian dari segi kuantitatif dilihat dari berbagai keberhasilan dan penghargaan yang diterima pemerintah Kabupaten Inhu. Salah satunya adalah penghargaan BKPM Investment Award dimana Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Inhu memperoleh peringkat kedua nasional level kabupaten.

Sama halnya dengan yang terjadi dengan terpilihnya Provinsi Kalimantan Tengah, Proyek Daerah Percontohan merupakan kegiatan yang bersifat sukarela sehingga keputusan mau atau tidak mengimplementasikan OG menjadi kewenangan Bupati Inhu. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan penjajakandenganPemerintah Kab. In. Pertemuan dilakukan pada 21 Juni 2012 di Kantor Bupati Kab. Indragiri Hulu. Pertemuan dihadiri oleh Bupati, Sekretariat Daerah dan beberapa pejabat lain.

Pada pertemuan inilah kami mengenal istilah “bupati koboi” dari Bapak Raja Erisman, Sekretaris Daerah Inhu. Melalui Raja Erisman inilah komunikasi awal melalui telepon dan surat elektronik (surel) berlangsung antara tim OG dan Pemerintah Kab. Inhu.

Pada awalnya, pertemuan dilakukan antara tim OG dengan Sekretaris Daerah (Sekda) karena Bupati sedang memimpin rapat. Tanpa ada protokoler sama sekali seketika Yopi masuk ke ruang Sekda dan sama sekali tanpa disadari oleh Raja Erisman. Sontak membuat Raja Erisman sungkan dan terkaget-kaget.

Gaya “koboi” semacam ini memang menjadi ciri khas Yopi, yang tidak hanya dilakukan di komplek kantor pemerintahan namun juga dilakukan dalam setiap kunjungannya ke berbagai kecamatan

Tim OG juga langsung melakukan kunjungan ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  tertentu yang akan menjadi penggulir utama inisiasi implementasi OG untuk menggali lebih jauh kapabilitas dan menangkap inisiasi atau masukan yang langsung datang dari pelaksana teknis. Siapa saja OPD tersebut? Tim OG menemui Kelapa Bidang Informasi, Dinas Hubkominfo, Anhar dan tim; Pengelola situs www.inhukab.go.id, Tri Maimanah, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bappeda dan Litbang, Al-Ichsan dan Raja Ahmad; dan Sekretaris BPMDPPT, Samijan dan tim.

Setidaknya seminggu sekali, bupati melakukan kegiatan safari mengunjungi daerah-daerah di seluruh wilayah Kab. Inhu. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjemput bola, mengambil informasi apa saja yang menjadi keluhan masyarakat.

Masalah kekacauan pengelolaan keuangan daerah sedang diatasi dengan menggandeng BPKP melalui aplikasi SIMDA. Selain itu, pemerintah Inhu juga sedang mempersiapkan 40 PNS untuk mendalami akuntansi dan kemudian akan mengelola keuangan daerah. Dalam waktu 2 tahun, dengan “disclaimer” sejak tahun 2006, sekarang resmi Juli 2012 Pemkab. Inhu telah mendapat penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK. Suatu peningkatan telah dilakukan.

Hasil penjajakan dengan Bupati dan berbagai OPD Kab. Inhu didapatkan beberapa program yang dapat dilaksanakan dengan cepat dan berdampak signifikan pada masyarakat. Program tersebut adalah e-office, pemanfaatan Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD), sistem pengaduan masyarakat yang terpadu, Pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), open budget, dan open school. Selanjutnya, akan diadakan penandatangan Nota Kesepahaman antara tim OG dengan Pemda Kab.  Inhu serta pembentukan tim untuk menjalankan inisiasi di Inhu yang akan ditentukan selanjutnya.(OpenGovIndo)

Komentar

Newsletter