Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Hari-I Konferensi OGP Asia Pasifik: Pleno Pembuka

  • Kamis, 06/05/2014
  • 0
  • 286

Bali, 6 Mei 2014 – “Konferensi Open Government Partnership (OGP) Regional Asia-Pasifik” digelar pada 6-7 Mei 2014 di Bali Nusa Dua Beach Hotel, Bali. Tahun ini, Indonesia, salah satu dari 8 negara perintis OGP, beroleh kehormatan menjadi lead chair OGP dengan Meksiko sebagai support co-chair-nya. Kedelapan negara itu adalah Brazil, Indonesia, Meksiko, Norwegia, Filipina, Afrika Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat. Konferensi mengangkat tema “Unlocking Innovative Openness: Impetus to Greater Citizen Engagement”.

Pleno Pembuka

Mengawali hari pertama (Selasa, 6/5), digelar pleno pembuka. Pleno diawali dengan sambutan, berturut-turut oleh, Kuntoro Mangkusubroto (Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, UKP4), Rakesh Rajani (Ketua Utama Organisasi Masyarakat Sipil, Komite Pengarah OGP), dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Kuntoro mengaitkan konferensi yang dihadiri 600-an peserta dari 40 negara ini laksana adat Bali “megibung” atau “melimbur”. Megibung adalah tradisi makan bersama dalam satu wadah sambil duduk lesehan melingkar. Melalui tradisi kuno masyarakat agraris tersebut masing-masing orang membuka penganan yang dibawanya dan menawarkan ke yang lain: membangun kebersamaan dengan saling mencicipi makanan dari orang lain.

“Dalam semangat megibung inilah kami ingin saling memperkokoh perubahan sejarah yang mustahil terbendung lagi, sebuah perubahan yang menjanjikan bahwa pemerintah niscaya dapat terdorong dan terpercaya,” papar Kuntoro. Perubahan itu, imbuhnya, dipercaya akan membawa keyakinan bahwa keterbukaan merupakan satu-satunya cara untuk maju, dan keterbukaan inovatif adalah satu-satunya cara untuk membuka semua potensi peningkatan perikehidupan.

Senada dengan Kuntoro, Rakesh menegaskan, kekuatan OGP sebagai gerakan terletak pada kesediaannya sebagai “proses pembelajaran” bagi pemerintah beserta mitranya. “Lebih dari itu,” tambahnya, “OGP membuat masing-masing anggotanya dipacu untuk berpikir secara di luar kebiasaan (out of the box).

Demi menyukseskan perjuangan gerakan OGP, Presiden Yudhoyono mengemukakan empat kunci. “Pertama, bangun trust. Kedua, lakukan outreach melalui pewujudan akses yang lebih luas bagi masyarakat atas informasi dan layanan publik. Ketiga, lakukan fasilitasi dan pemberdayaan guna memastikan bahwa prasarana dan kapasitas aktornya mampu menjalankannya.” Dan, keempat, imbuhnya, adalah membangun budaya tempat partisipasi dan pelibatan semua pihak menjadi kunci utama bagi berhasilnya OGP.

Agenda Acara

Setelah pleno pembuka, selanjutnya dilaksanakan dua pleno yang dipungkasi dengan pidato Linda Frey (Direktur Eksekutif Unit Pendukung OGP) pada tengah hari. Kedua pleno itu adalah pleno tentang pernyataan reflektif dan tanya-jawab Ketua Delegasi bersama organisasi masyarakat sipil/OMS (dimoderatori Suneeta Kaimal, Support CSO Chair of OGP), serta pleno panel tingkat menteri dan OMS nonanggota OGP. Selepas makan siang, peserta dibagi menjadi delapan sesi tematik dan paralel.

Sorenya, dilangsungkan pleno ketiga. Di bawah tema “Menjaga Pikiran Terbuka: Sudut Pandang dari Kawasan-Kawassn Lain”, pleno terakhir pada hari pertama tersebut dimoderatori oleh Warren Krafchik (Direktur International Budget Partnership). Krafchik yang juga merupakan mantan CSO Co-chair of OGP itu pulalah yang menutup hari pertama konferensi ini. ***

·    Info lebih-lanjut, silakan hubungi IKA TRISNADI: 081806600266, ika.trisnadi@ukp.go.id

·    Informasi mengenai konferensi ini: http://events.opengovindonesia.org

·    Live streaming acara termaksud: http://events.opengovindonesia.org/live

Komentar

Newsletter