Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Data Driven Journalism: Menggali dan Menyajikan Berita dengan Akurat dan Semenarik Mungkin

  • Kamis, 24/04/2017
  • 0
  • 135

JAKARTA - Kantor Staf Presiden, PT Pertamina (Persero), Aliansi Jurnalis Independen, dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara, bekerja sama menggelar Kick Off Kompetisi Jurnalistik Nasional yaitu Indonesia Data Driven Journalism (IDDJ) 2017 dengan tema ‘Pemanfaatan Data Terbuka untuk Kemajuan Energi Nasional dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat’, Jumat 21 April 2017 di Auditorium Gedung Pertamina, Jakarta.

IDDJ 2017 melanjutkan kesuksesan acara serupa di tahun 2016, dan diharapkan akan menjadi acara rutin setiap tahunnya. Acara ini dibagi menjadi tiga rangkaian, dimulai dengan Workshop Jurnalisme Data sebagai rangkaian awal IDDJ 2017. Workshop telah diselenggarakan di tujuh kota, yaitu: Banda Aceh, Medan, Bandung, Bojonegoro, Pontianak, Manado, Ternate.

Acara Jumat, 21 April 2017 merupakan Workshop Nasional dan Kick Off Kompetisi Jurnalistik. Lokakarya diikuti sekitar 200 peserta yang merupakan jurnalis dari berbagai kota, aktivis pers mahasiswa, dan tenaga kehumasan di lingkungan Kementerian/Lembaga pemerintahan. IDDJ 2017 akan ditutup dengan Penganugerahan IDDJ Award 2017 pada bulan Juni mendatang.

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Darmawan Prasodjo, dalam sambutannya mengungkapkan bagaimana kebutuhan pemerintah untuk data yang berkualitas dalam pengambilan kebijakan. “Selain itu, data publik pemerintah juga harus terbuka karena memiliki nilai manfaat yang luar biasa bagi jurnalis dan bagi tenaga humas pemerintah khususnya,” kata Darmawan.

Darmawan mengatakan, platform keterbukaan dan kolaborasi sudah menjadi tren dalam dunia digital sekarang ini. “Karenanya, era untuk membangun silo-silo data, data tertutup, yang bersifat proprietary, sudah tidak relevan lagi. Keterbukaan data, termasuk data-data yang dimiliki oleh Pemerintah, menjadi penting," katanya.

Oleh karenanya, melalui inisiatif Satu Data Indonesia, Pemerintah sedang berusaha meningkatkan kualitas data pemerintah dan kemudahannya untuk dibagipakaikan. Melalui Portal Satu Data Indonesia, data.go.id, data yang dihimpun dari Kementerian, Lembaga dan Pemda, kemudian dapat mendorong partisipasi publik dan peningkatan layanan kepada masyarakat,karena disajikan dengan format yang mudah digunakan kembali dan dapat diakses oleh publik, termasuk jurnalis. IDDJ 2017, ujarnya, merupakan platform untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dengan data yang lebih solid dan lengkap sehingga jurnalis nantinya akan menghasilkan analisis inovatif bahkan panduan untuk para pemangku kebijakan.

DUKUNGAN PADA KUALITAS DAN KETERBUKAAN DATA

Pertamina selaku host utama acara IDDJ 2017 mendukung penuh upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan terbukanya data pemerintah. Hal ini akan menciptakan ekosistem yang sehat antara pemerintah, jurnalis dan masyarakat, ujar Syahrial Mukhtar, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero). Syahrial juga menambahkan bahwa banyak agenda Pertamina untuk lebih pro-aktif dengan memberikan informasi resmi, khususnya terkait energi dalam portal pertamina.com, serta edukasi pada semua stakeholders mengenai informasi kebijakan maupunbusiness process di Pertamina, termasuk target Pertamina sebagai perusahaan energi untuk menyediakan 4,5 GW Gas dan 3,8 GW Energi Baru Terbarukan (EBT) di 2050.

Narasumber lainnya, Yekti Hesthi Murthi menceritakan bagaimana medianya, Independen.id, membangun sistem informasi berbasis data tentang fenomena kecelakaan lalulintas di kota Jakarta. “Kecelakaan telah menjadi pembunuh nomor dua setelah stroke bagi masyarakat ibukota. Untuk itu, ketersediaan data tentang titik-titik kerawanan dan kecelakaan yang berbasis data menjadi penting, supaya masyarakat pengguna jalan bisa menjadi lebih waspada jika melintas di area tersebut,” katanya. Melalui aplikasi yang dibangun oleh timnya, Yekti memaparkan bahwa model aplikasi ini akan diikutsertakan untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi aplikasi informasi berbasis data di Austria, tahun ini.

Sementara itu, Astari Yanuarti, Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Jakarta memaparkan bagaimana kiprah kelompoknya dalam memerangi berkembangnya informasi yang menyesatkan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Gerakan berbasis masyarakat ini, sudah ada di berbagai kota di Indonesia, dan tumbuh menjadi salah satu kelompok yang sangat aktif melakukan edukasi dan literasi kepada kelompok-kelompok masyarakat. “Oleh karena itu, penggunaan data yang akurat menjadi penting dalam upaya memerangi berita-berita yang menyesatkan,” ujarnya.

Sesi dilanjutkan dengan simulasi dinamika sosial yang dipimpin oleh Alois Wisnuhardana dari Kedeputian IV Kantor Staf Presiden. Simulasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran pada peserta bagaimana informasi dan hoax tersebar. Di akhir sesi ini peserta juga mendapat gambaran bagaimana dampak negatif dari persebaran hoax tersebut.

Dalam sesi workshop, Wahyu Dhyatmika, Redaktur Eksekutif Majalah Tempo dan Ramda Yanurza, peneliti dari Data Scientist Research Triangle Institute (RTI) memberikan panduan dan contoh-contoh bagaimana mengolah dan menyajikan data-data mentah, lalu menganalisisnya, dan kemudian memvisualisasikannya secara menarik dan mudah dicerna oleh publik.

Di akhir acara, Kompetisi Jurnalistik Nasional yang memperebutkan IDDJ Award dibuka untuk Humas Kementerian & Lembaga, jurnalis media masa, dan pers mahasiswa. Berbagai hadiah menarik siap diperebutkan dalam kompetisi nasional yang ditutup pada 31 Mei 2017 ini. (KSP)

###

Komentar

Newsletter