Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Bantu DKI, 200 Pengembang Aplikasi Minati Hackathon Jakarta

  • Kamis, 28/04/2014
  • 0
  • 307

Hackathon Jakarta

Hackathon Jakarta (#HACKJAK), sebagai Jakarta Open Data Challenge pertama yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, sangat diminati oleh para pengembang aplikasi. 200 kuota kursi peserta yang disediakan panitia, langsung terkuras habis hanya dalam 5 (lima) hari sejak pendaftaran di buka pada 18 April 2014. Padahal waktu pendaftaran direncanakan baru ditutup pada 25 April 2014.

Shita Laksmi, Program Manager Southeast Asia Technology and Transparency Initiative-(SEATTI) mengapresiasi tingginya minat calon peserta #HACKJAK. “Ini menunjukkan bahwa Open data yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta adalah langkah yang baik,” ujar Shita. Shita pun yakin bahwa bagaimana memanfaatkan data tersebut adalah langkah berikutnya yang sama pentingnya. “#HACKJAK adalah sarana untuk mengajak warga ikut serta, menggunakan data yang sudah terbuka tersebut menjadi makin bermanfaat bagi masyarakat banyak” tegasnya pada 24 April 2014.

Setiaji, Kepala UPT PIPP, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta, berharap akan muncul inovasi yang bermanfaat dari kegiatan #HACKJAK ini. “Kami berharap #HACKJAK akan berhasil menciptakan prototype inovatif yang mempermudah warga DKI dalam mengakses informasi dari Pemprov DKI. Untuk itulah maka peran para pengembang aplikasi dalam membantu Pemprov DKI sangat dibutuhkan,” ujar Setiaji.

#HACKJAK sendiri akan diselenggarakan pada 26-27 April 2014 di Hotel Harris, Jl Dr. Saharjo, Jakarta. Penjurian terhadap prototype aplikasi meliputi 3 komponen yaitu: 1). terkait prinsip Open Government Partnership, 2). Inovasi dari sisi teknologi aplikasi, dan 3). dampak manfaat dan kegunaan aplikasi tersebut menurut perspektif Pemprov DKI. Ajang #HACKJAK ini akan menghasilkan 4 (empat) pemenang umum dan ditambah dengan 2 (dua) pemenang kategori favorit.

Seminggu lalu, pada 17 April 2014 bertempat di Sinou Kafe, Jakarta, diselenggarakan sebuah ajang pemanasan (meet up). Pada ajang tersebut, tercatat lebih dari 40 (empat puluh) calon peserta #HACKJACK hadir untuk berdiskusi dan mendapatkan informasi mengenai rencana pelaksanaan Hackaton Jakarta ini.

Dalam acara meet up tersebut, Mardianto Jatna, Asisten Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) juga mengungkapkan bahwa UKP4 telah membuka portal Open Data yang ditargetkan dapat diakses secara penuh oleh publik. “Portal open data ini berisi berbagai data dari kementerian, lembaga juga pemerintah daerah, jelasnya. Menurut Mardianto, Open Data merupakan langkah positif untuk memperbaiki sistem birokrasi di Indonesia. “Data yang terbuka merupakan wujud keterbukaan pemerintah yakni membuka akses publik terhadap informasi yang dikelola oleh pemerintah,” ungkap Mardianto.

Mardianto mengungkapkan bahwa kolaborasi adalah kunci agar dampak penggunaan data terbuka lebih sempurna. #HACKJAK sejatinya adalah kolaborasi antara Pemprov DKI dengan SEATTI, juga didukung oleh UKP4, Web Foundation dan Daily Social.

Setiaji memaparkan bahwa dalam #HACKJAK ini, ada 10 (sepuluh) tantangan yang harus dicarikan solusinya oleh para peserta #HACKJAK. “Solusi tersebut tentunya dalam bentuk prototype aplikasi teknologi yang terkait dengan data Anggaran DKI Jakarta 2014 dan data trayek angkutan umum darat di Jakarta,” paparnya.



Tantangan untuk Anggaran 2014 tersebut adalah:
1. Meningkatkan kepedulian dan edukasi publik tentang pemanfaatan program dan kegiatan DKI Tahun 2014,
2. Memantau pelaksanaan (termasuk pengawasan dan pelaporan) APBD DKI 2014 melalui akun twitter @jakartagoid dan SMS-LAPOR 1708,
3. Menyediakan dashboard monitoring program dan atau kegiatan DKI Tahun 2014,
4. Membantu Pemprov DKI dalam perencanaan pembangunan melalui partisipasi publik dalam bentuk User Generated Content,
5. Early warning system untuk meningkatkan realisasi belanja APBD.

Adapun tantangan untuk trayek angkutan umum adalah:
1. Sebagai pusat Informasi transportasi umum di Jakarta
2. Informasi Busway Jakarta, berupa user generated content dari penumpang busway
3. Informasi pariwisata Jakarta,
4. Membantu mengatasi kemacetan dengan cara saling berbagi berita/informasi mengenai kemacetan Jakarta dari-oleh-untuk masyarakat
5. Penggunaan media sosial untuk pengawasan & pelaporan transportasi umum di DKI, baik yang disampaikan melalui akun twitter @TMCpoldametro, @jakartagoid dan @lapor_ukp4.

Akan ada tambahan poin yang diberikan kepada pengembang aplikasi yang hasil karyanya memenuhi kriteria ramah digunakan oleh perempuan, anak, difabel, serta menggunakan data yang disediakan oleh UKP4. (OpenGov)

Komentar

Newsletter