Navigasi

KABAR

Ikuti berbagai berita tentang perjalanan Pemerintahan Terbuka di Indonesia

Ahok Tertarik LAPOR!

  • Kamis, 08/01/2013
  • 0
  • 256

lapor!



Jakarta, Opengovindonesia.org – Senin, 7 Januari 2013 yang lalu, tim Lapor! (Layanan Pengaduan Online Rakyat) berkunjung ke kantor walikota Jakarta untuk bertemu Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama, atau yang biasa disapa Ahok.  Kunjungan tim Lapor! yang saat ini berada di bawah naungan UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan) adalah untuk menjalin kerjasama dalam perihal layanan pengaduan masyarakat.

Tim LAPOR! yang diwakili oleh Agung Hardjono, Mardianto, Arkka Dhiratara, Amri Priyadi, dan Priliantina Bebasari, memberikan presentasi mengenai hal teknis dari penggunaan layanan masyarakat yang terdiri dari tiga jalur media yaitu website media sosial http://lapor.ukp.go.id/, sms ke nomor 1708 dan aplikasi mobile Blackberry dan Android.

“Wakil Gubernur sangat excited dan banyak memberikan tanggapan saat kami menunjukan presentasi mengenai portal LAPOR! ini,” ujar Prilliantina Bebasari yang juga merupakan administrator LAPOR!. Menurutnya, rencana kerjasama ini akan bermuara pada dipakainya sistem LAPOR! hingga disposisi digital ke tingkat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sehingga, pengaduan masyarakat DKI dapat diselesaikan oleh pihak-pihak yang tepat dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat umum.

Selain itu, Amri Priyadi juga menambahkan bahwa kerjasama ini merupakan pilot project LAPOR! dengan pemerintah daerah. Setelah itu, harapan jangka panjangnya adalah seluruh pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia juga dapat mengadopsi sistem yang sama dan terintegrasi untuk proses pelayanan pengaduan yang lebih baik. Kerjasama dengan pemerintah daerah ini merupakan pelengkap integrasi sistem pengaduan nasional LAPOR! yang sudah terhubung dengan 54 Kementerian/Lembaga. “Semua ini untuk memudahkan masyarakat, sebuah oase dalam kerumitan birokrasi di Indonesia,” ujarnya. (OpenGov)

Komentar

Newsletter